Perkuat Pendidikan Karakter, Gubernur Banten Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal di Sekolah

Gubernur Banten Andra Soni mendorong kegiatan mengaji di sekolah agar tidak lagi sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler (ekskul), melainkan masuk sebagai muatan lokal (mulok) dalam pembelajaran wajib.

Banten18 Dilihat

BANTEN, dialoguejakarta.com – Gubernur Banten Andra Soni mendorong kegiatan mengaji di sekolah agar tidak lagi sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler (ekskul), melainkan masuk sebagai muatan lokal (mulok) dalam pembelajaran wajib.

​Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni usai memberikan apresiasi kepada 179 guru mengaji se-Kota Serang di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (3/10/2026).

​Menurut Gubernur Andra Soni, mengaji merupakan bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kebiasaan positif bagi peserta didik. Ia pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten untuk menindaklanjuti gagasan tersebut, khususnya pada jenjang SMA dan SMK—baik negeri maupun swasta—yang mengikuti Program Sekolah Gratis.

​“Jadi maksud saya, mengaji ini bukan lagi sekadar ekskul, melainkan wajib bagi pelajar muslim,” ungkap Gubernur Andra Soni.

​Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini mengelola hampir 300 SMA dan SMK negeri yang operasionalnya didukung oleh pemerintah. Oleh karena itu, program mengaji dapat dikembangkan melalui muatan lokal dengan pengaturan waktu pembelajaran rutin setiap pekannya.

​“Mungkin bisa dialokasikan beberapa jam dalam seminggu atau satu hari, yang terpenting anak-anak itu mengaji,” katanya.

​Selain mengaji, Gubernur Andra Soni juga menekankan pentingnya pendidikan karakter yang diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. Hal ini mulai dari penerapan kedisiplinan, ketertiban, rasa hormat kepada orang tua, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

​Lebih lanjut, ia menilai pendidikan tidak cukup hanya dengan mengajarkan kemampuan akademik dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Pendidikan juga harus membentuk kebiasaan positif yang bermuara pada karakter unggul peserta didik.

​“Jika diterapkan secara masif, nilai-nilai tersebut akan terinternalisasi menjadi kebiasaan, dan insyaallah akhirnya menjadi jati diri warga Banten,” imbuhnya.

​Guna mendukung kebijakan ini, Gubernur Andra Soni turut mengusulkan agar tingkat kemampuan membaca (melek) Al-Qur’an dapat dijadikan salah satu indikator dalam menilai kinerja sekolah. Dengan demikian, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari keberhasilan pembentukan karakter dan nilai keagamaan peserta didiknya.

​“Prestasi lain yang bisa kita nilai adalah tingkat melek Al-Qur’an di sekolah tersebut. Saya pikir hal ini perlu kita terapkan secara luas,” jelas Gubernur Andra Soni.

​Sementara itu, Ketua Satgas Serang Mengaji, KH Enting Abdul Karim, menyambut baik usulan tersebut. Ia memaparkan bahwa Program Serang Mengaji—yang merupakan bagian dari 13 program utama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang—telah berjalan sekitar satu tahun dan terbukti memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak anak-anak.

​Pihaknya pun menyatakan kesiapan untuk mendukung rencana Gubernur Banten menjadikan kegiatan mengaji sebagai muatan lokal di jenjang pendidikan menengah atas.

​“Untuk rencana mengaji menjadi muatan lokal di sekolah, saya sangat sepakat. Kami siap menyiapkan tenaga pengajar untuk mendukung program tersebut, khususnya di tingkat SMA dan SMK,” ujarnya. (*)