BANTEN, dialoguejakarta.com – Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Ia menekankan bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditanamkan pada diri masing-masing individu.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang didukung oleh 10 puskesmas ini menargetkan partisipasi sebanyak 300 orang warga.
Gubernur Andra Soni menjelaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kesehatan masyarakat menjadi salah satu program prioritas. Oleh karena itu, sejak pertama kali diluncurkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) terus memantau pelaksanaan Program CKG agar berjalan maksimal di tengah masyarakat.
“Ini adalah upaya kita melakukan pencegahan, mendeteksi, dan menangani penyakit sejak dini. Banyak masyarakat yang ketika merasa masuk angin, hanya minum obat dari warung lalu merasa sembuh. Padahal, mungkin ada gejala penyakit lain yang butuh ditangani,” ujar Andra.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak takut memeriksakan kesehatannya melalui program ini. Menurutnya, paradigma pembangunan kesehatan saat ini bergeser dari yang tadinya berorientasi pada pengobatan setelah sakit (kuratif), menjadi lebih menekankan pada upaya promotif dan preventif. Langkah ini bertujuan menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
“CKG ini merupakan upaya kita membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan. Ini akan menjadi gerakan bersama yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa capaian Program CKG di Provinsi Banten saat ini telah menyentuh 48 persen atau sekitar 6,2 juta jiwa. Angka tersebut melampaui target nasional yang dipatok sebesar 46 persen. Di Kabupaten Tangerang sendiri, capaian partisipasinya juga telah mencapai 48 persen dengan capaian lebih dari 1,6 juta warga.
“Program ini akan terus kita gencarkan sebagai langkah pencegahan demi menjaga kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Selain pelaksanaan CKG, Pemkab Tangerang juga melakukan intervensi kesehatan berupa pemberian makanan tambahan bergizi kepada anak-anak yang berisiko stunting di Kecamatan Mauk. Inovasi ini rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali.
“Melalui inovasi itu, Alhamdulillah hasilnya menunjukkan penurunan angka stunting yang cukup signifikan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rosyid menyebutkan ada tiga fokus utama dalam kegiatan di Mauk, yakni pelaksanaan Program CKG, penanganan stunting, dan pemeriksaan tuberkulosis (TBC). Ia mengaku telah menerima arahan dari Gubernur Banten Andra Soni untuk memperluas cakupan layanan ini ke daerah-daerah lain di Kabupaten Tangerang.
“Kami akan menindaklanjuti arahan dari Pak Gubernur untuk memperluas cakupan layanan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan program pemerintah ini,” kata Maesyal.
Di tempat yang sama, Camat Mauk Angga Yuliantono turut menyampaikan apresiasi atas intervensi Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang. Ia menjelaskan, wilayah pesisir Mauk memiliki demografi warga yang beragam, mulai dari nelayan, petani, pedagang, hingga pekerja sektor formal. Berbagai latar belakang profesi ini kerap membawa keluhan kesehatan yang beragam pula.
“Kami sering mendapat keluhan dari warga yang menderita penyakit seperti darah tinggi, diabetes, kolesterol, hingga TBC,” ungkap Angga.
Ia mengaku wilayahnya sangat terbantu dengan kehadiran Program CKG yang digagas oleh Presiden Prabowo tersebut. Dengan adanya fasilitas pengobatan berkala yang mudah dijangkau dan sepenuhnya gratis, warga bisa lebih proaktif memantau kondisi kesehatannya.
“Mudah-mudahan melalui program ini, masyarakat kami bisa lebih sehat dan semakin produktif ke depannya,” pungkasnya. (*/Yudhi)
