Buku Kumpulan Cerpen Karya 22 Perempuan Penulis ‘Cerita Dari Perempuan’ akan Diluncurkan

Para perempuan penulis cerita pendek punya berbagai profesi yang berasal dari berbagai kota, bahkan ada yang menetap di Jepang.

Sejarah & Budaya286 Dilihat

Yogyakarta, dialoguejakarta.com – Tia, seorang gadis yang memiliki trauma untuk berumah tangga. Bukan karena pernah gagal dalam rumah tangga, melainkan melihat ibunya yang sering mengalami kekerasan fisik dari ayahnya. Padahal, bagi Tia, ibunya seorang penyabar dan lembut. Tambah shock lagi ketika mengetahui, ayahnya punya istri muda, membuat Tia tidak mau bersapa dengan ayahnya. Baginya, ayahnya sudah mengkhianati ibunya yang setia, dan sering bertindak kasar pada ibunya. Situasi keluarganya  membuat Tia ragu-ragu setiap bertemu laki-laki yang mengajaknya berumah tangga.

Kisah suram Tia itu adalah penggalan cerita dalam cerita pendek berjudul ‘Mutiara Ibu’ karya Ninuk Retno Raras. Cerpen itu merupakan salah satu dari 21 cerpen dalam buku kumpulan cerpen karya 22 perempuan penulis, yang diberi judul ‘Cerita Dari Perempuan’. Buku ini akan diluncurkan pada acara Sastra Bulan Purnama edisi 171, Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 15.30 di Museum Sandi Jalan Faridan M Noto No.21, Kota Yogyakarta.

Yang menarik, dari 22 cerpen dalam buku itu, 14 diantaranya akan dibacakan oleh pembaca pria. “Karena penulisnya semua perempuan, dan peluncuran kumpulan cerpen ini sekaligus merayakan Hari Ibu, maka para pembaca cerpen dihadirkan para laki-laki,” ujar Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama.

Cerpen karya Maria Widhy Aryani misalnya, berjudul ‘Perempuan Komor di Atas Kole-Kole’ akan dibacakan Mikhael Gibran. Cerpen Sriyanti Sastroprayitno berjudul ‘Dua Perempuan’ dibacakan Agus Suprihono, penulis sastra Jawa. Cerpen karya Lies Wijayanti SW berjudul ‘Separasi Kolektif’ dibacakan Azkia dari Komunitas Tukar Akar. Adapun cerpen Eni Takahashi berjudul ‘Love You Forever’ dibacakan Affnan Malay, penyair dan aktivis. Cerpen Sonia Prabowo berjudul ‘Ibuku Gaia’ dibacakan Meuz Prast, seorang perupa.

Namun, ada juga cerpen yang dibacakan penulisnya sendiri, misalnya Ika Zardi Zaliha membacakan cerpen karyanya sendiri. Penulis cerpen lainnya, Labibah Zain, akan membacakan cerpen karyanya bersama dengan sang suami, Aly D.Musyrifa, seorang penyair.

Para penulis cerpen tidak hanya berasal dari Yogyakarta, melainkan ada yang menetap di Jakarta, Semarang, Majalengka, Magelang. Bahkan ada seorang penulis, Eni Lestari, tinggal Kyoto, Jepang. Eni beprofesi sebagai dosen tetap prodi Bahasa Indonesia di Universitas Tenri, Nara, Jepang.

Menurut Ons Untoro, para  perempuan penulis ini sudah saling kenal, meskipun tidak setiap saat berinteraksi secara langsung, karena masing-masing tinggal di kota berbeda. “Selain menulis cerpen, para perempuan ini juga menulis puisi, dengan kegiatan sehari-hari ada guru SMP, penilik sekolah, dosen, fotografer, pensiunan, dan ibu rumah tangga,” ujar Ons.

Gagasan menerbitkan buku kumpulan cerpen ini datang dari Nunung Rieta, pemain teater dan sering mendapat casting film. Karena sudah sering menerbitkan kumpulan puisi dan cerpen, pada bulan Desember 2025 ini perlu diterbitkan buku kumpulan cerpen dengan tema perempuan.
“Cerpen dalam buku ‘Cerita Dari Perempuan’ semua bercerita mengenai perempuan, termasuk cerita soal ibu,” kata Nunung Rieta.■ Raihul Fadjri

Adv Banner

Komentar