Jurnal Ilmu Komunikasi Berjuang Menuju Jurnal Internasional Bereputasi

DialogNasional309 Dilihat

Denpasar, Dialoguejakarta.com – Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI) menyelenggarakan Coaching Clinic tata kelola manajemen penerbitan jurnal menuju akreditasi jurnal internasional bereputasi Scopus, bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Denpasar, Jumat (24/11/2023). Acara yang dibuka Dekan Fishum, Dr. I Nyoman Subanda itu menghadirkan pembicara Yoga Dwi Arianda, Koordinator Jurnal dan Publikasi Ilmiah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Publikasi Kemendikbudristek dengan moderator Dr. Uwes Fatoni dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.

Dalam kesempatan itu, Yoga Dwi Arianda menyampaikan berbagai hal yang harus dilakukan para pengelola jurnal ilmu komunikasi agar jurnal yang mereka kelola bisa mencapai jenjang jurnal internasional bereputasi. Menurut Yoga, standar pengelolaan yang menjadi persyaratan harus dipenuhi agar bisa menjadi jurnal internasional. Rata-rata jurnal ilmu komunikasi gagal memenuhi ketentuan karena masih rendahnya penulis, editor, maupun mitra bestari dari berbagai negara. Selain itu, artikel yang diterbitkan tidak spesifik, sehingga tidak ada yang khas.

Sementara itu, Ketua Umum APJIKI, Prof. Dr. Rajab Ritonga mengatakan, dari 184 jurnal komunikasi anggota APJIKI sampai saat ini belum ada satu pun yang berstatus jurnal internasional bereputasi. “Juga belum ada yang berhasil meraih peringkat satu jurnal nasional terakreditasi Kemendikbudristek,” kata Prof Rajab. Jjurnal peringkat Sinta-1 pada berdasarkan ketentuan Kemendikbudristek adalah setara dengan Scopus.

Menurut Prof. Rajab, belum adanya jurnal komunikasi Indonesia yang terindeks Scopus maupun Sinta-1 menjadi tantangan tersendiri bagi APJIKI sehingga pihaknya bertekad untuk melakukan berbagai pelatihan  bagi anggota APJIKI guna meningkatkan tata kelola manajemen jurnal. “Harapannya dalam beberapa tahun ke depan, jurnal ilmu komunikasi Indonesia sudah ada yang terindeks Scopus,” kata Rajab yang juga Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, Jakarta itu.

Selain mengadakan coaching clinic, juga dilakukan penandatanganan Momorandum of Agreement (MoA) antara APJIKI dengan Fishum Undiknas yang ditandatangani oleh Dekan Fishum Dr. I Nyoman Subanda dan Ketua Umum APJIKI, Prof. Dr. Rajab Ritonga, serta penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Prof. Rajab Ritonga dengan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Undiknas, Nuning Indah Pratiwi, S.Sos, M.I.Kom, dan pengelola jurnal ilmu komunikasi Commusty Undiknas, Putri Ekaresty Haes, S.I.Kom, M.I.Kom.

Rangkaian kegiatan APJIKI di Bali yang disponsori PT Jasa Marga, BPJS Kesehatan, dan  Bank BRI itu selain coaching clinic adalah Seminar Internasional dengan pembicara Editor-in-Chief Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, Prof. Dr. Normah Mustaffa, membahas Transforiming Communication do Digital Space: Paradox of Digital Humanism.

Sehari sebelumnya di Universitas Udayana dilaksanakan The First Communication Sciences International Conference for APJIKI Members, diikuti 99 hasil penelitian dari pengelola jurnal ilmu komunikasi dari seluruh Indonesia. Pada konferensi itu tampil sebagai pembicara adalah Prof. Dr. Normah Mustaffa dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Jantima Kheo Kao dari St Paul University Filipina, dan Dr. Prahastiwi Utari dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. (Hst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *