Alumni UI Suarakan Ganyang KKN

Jakarta, dialoguejakarta.com -Sejumlah alumni Universitas Indonesia (UI) dari berbagai fakultas yang tergabung dalam “Gerakan Anti Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Alumni UI” (GAKKNAUI) terus menggelorakan ganyang praktik KKN di birokrasi yang makin marak belakangan ini.

Menurut Amroeh Adiwijaya, Koordinator Umum GAKKNAUI, jika praktik KKN dilepas merajalela, suatu saat negeri ini akan dihancurkan Tuhan semudah dalam meluluhlantakkan umat manusia melalui Covid-19, seperti yang dialami oleh seluruh penduduk di dunia saat ini, maka dalam bentuk sekecil apapun, sejumlah alumni UI bertekad untuk bersumbangsih melakukan aksi konkret.

“Aksi GAKKNAUI fokus kepada gerakan kepada civitas academica UI terkhusus mahasiswa-mahasiswi penyandang ‘Kampus Perjuangan’, juga kepada media massa agar dapat melanjutkan sebagai aktor aksi Ganyang KKN di bumi Nusantara secara revolusioner,” ujar Amroeh saat memperingati HUT ke-3 GAKKNAUI di Jakarta, Sabtu (10/5)`

Dihadiri sejumlah alumni UI dari berbagai fakultas antara lain artis senior Paramitha Rusadi (FISIP), psikolog Tika Bisono (F. Psikologi), James Pakpahan (FHUI), Togap Marpaung (FMIPA), acara kegiatan ulang tahun LSM itu berlangsung sederhana dan meriah.

Munculnya gerakan anti KKN ini menurut Amroeh, berawal dari “tragedi” yang menimpa Togap Marpaung, alumni FMIPA-UI angkatan 1980, yang berupaya membongkar kasus korupsi di kantornya  beberapa tahun lalu, namun akhirnya Togap terhempas oleh komplotan oknum terduga koruptor di lingkup kerjanya melalui “penjegalan” atas karirnya dengan uji kompetensi yang dilakukan secara tidak fair, sehingga yang bersangkutan diberhentikan “paksa” sebagai PNS di instansinya.

Meski demikian, Togap tetap tegar dalam memperjuangkan hak-haknya dari waktu ke waktu tanpa mengenal lelah melaporkan kasusnya ke berbagai instansi penegak hukum seperti Polda Metro Jaya, KPK hingga ke Komisi Informasi Publik (KIP).

“Ini membuat kami lebih yakin bahwa korupsi yang kami arti-tautkan dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di negeri ini benar-benar sudah dalam situasi yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Amroeh. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *